“BPBD PALI Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Siklon Tropis: 12 Imbauan Penting untuk Keselamatan Warga”


PALI|kabar12pas.com
— Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selama beberapa hari terakhir memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI meningkatkan kesiapsiagaan. Sejumlah titik rawan banjir dan tanah longsor kini berada dalam pengawasan ketat, terutama wilayah yang berdekatan dengan aliran Sungai Lematang dan kawasan perbukitan.

Kepala BPBD PALI, Akhmad Hidayat, ST, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan tim pemantau lapangan guna meninjau perkembangan situasi secara langsung. “Kami meningkatkan patroli di beberapa titik rawan. Intensitas hujan masih tinggi dan kami tidak ingin ada warga yang terlambat mendapatkan informasi jika terjadi potensi bencana,” ujarnya.

Sejumlah kawasan seperti SD Negeri 4 Talang Subur, Simpang Raja, Desa Sungai Ibul, serta beberapa titik di sepanjang Sungai Lematang terpantau mengalami genangan air. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang tinggal di dataran rendah dan dekat bantaran sungai.

BPBD PALI menyebutkan bahwa peningkatan debit Sungai Lematang harus diantisipasi secara serius karena perubahan ketinggian air dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ketika hujan turun di wilayah hulu.

Selain banjir, ancaman tanah longsor juga meningkat. Material longsor dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Merdeka, Talang Ubi, serta beberapa titik perbukitan lainnya. Petugas telah diterjunkan untuk melakukan peninjauan dan memastikan jalur transportasi tetap aman dilalui masyarakat.

“Kami juga memantau kawasan perbukitan. Bila ada pergerakan tanah atau retakan baru, segera akan kami tindaklanjuti,” tambah Dayat

Dalam menghadapi potensi dampak siklon tropis dan cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah Sumatera Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan serangkaian imbauan penting kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekaligus meminimalkan risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Berikut 12 imbauan resmi BPBD PALI yang perlu diperhatikan oleh seluruh warga:

1. Mengaktifkan sistem siaga bencana di tingkat desa/kelurahan, melibatkan perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan relawan untuk memantau cuaca serta titik rawan secara bergiliran.

2. Memaksimalkan sistem peringatan dini, seperti kentongan, pengeras suara masjid, hingga grup WhatsApp desa agar informasi darurat cepat tersampaikan.

3. Warga yang tinggal di wilayah rawan, seperti tepi sungai atau bawah tebing, diminta melakukan evakuasi lebih awal jika cuaca memburuk.

4. Mengamankan benda dan bangunan yang rentan terhempas angin, termasuk atap rumah, papan reklame, pohon tua, dan struktur rapuh lainnya.

5. Tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, baliho, atau area terbuka ketika angin kencang melanda.

6. Membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan mengurangi risiko genangan maupun banjir.

7. Mematikan aliran listrik saat terjadi hujan deras atau banjir untuk mencegah korsleting dan kebakaran.

8. Menyiapkan logistik dasar, seperti makanan, pakaian, obat-obatan, serta perlengkapan darurat lainnya.

9. Menghindari aktivitas di sungai saat debit air meningkat. Warga yang tinggal di bantaran sungai dianjurkan menyiapkan perahu atau rakit sebagai langkah antisipasi.

10. Memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD PALI secara berkala agar tidak tertinggal peringatan cuaca.

11. Segera melaporkan setiap kejadian bencana kepada pemerintah desa/kelurahan, BPBD, TNI, maupun Polri untuk mempercepat penanganan.

12. Meningkatkan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing agar Kabupaten PALI terhindar dari musibah dan tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Secara khusus, warga yang tinggal di sepanjang Sungai Lematang diminta untuk lebih waspada karena potensi luapan air dapat meningkat kapan saja. “Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan menunggu air naik terlalu tinggi baru bergerak,” tegas Kepala BPBD.

Pemerintah Kabupaten PALI melalui BPBD juga memastikan kesiapan posko darurat, peralatan evakuasi, serta koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan. Namun BPBD menegaskan, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah, namun peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama. Kewaspadaan dan kesiapan warga sangat menentukan dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana. Mari bersama menjaga keselamatan dan saling mengingatkan,” tutup Dayat.[jn]


editor (anggi septia) 

Posting Komentar

0 Komentar