Mendapat informasi kejadian tersebut, Camat Talang Ubi, ATMO Maryono, SH, bersama staf Kecamatan bagian Ketentraman dan Ketertiban (Trantib), didampingi Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE., MM, beserta jajaran staf kelurahan, bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di rumah milik Ibu Teti Marlina.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga berasal dari lilin yang diletakkan di atas mesin cuci, kemudian memicu kobaran api hingga menjalar dan menyebabkan kebakaran pada bagian rumah korban.
Kehadiran pihak kecamatan dan kelurahan di lokasi tidak hanya sebagai bentuk pemantauan, tetapi juga memastikan kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril atas musibah yang dialami warga. Pemerintah setempat menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
Camat Talang Ubi, ATMO Maryono, SH, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi dan mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga.
"Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Semoga keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan lilin maupun sumber api lainnya di dalam rumah. Pastikan tidak meninggalkan benda yang berpotensi memicu kebakaran tanpa pengawasan," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, SE., MM, menegaskan bahwa pemerintah kelurahan akan terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
"Pemerintah tidak boleh abai ketika masyarakat mengalami kesulitan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi warga pascakejadian. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat menggunakan lilin, instalasi listrik, maupun peralatan rumah tangga yang berisiko memicu kebakaran," ungkapnya.
Pihak kelurahan juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum beristirahat maupun meninggalkan rumah, termasuk memeriksa sumber api, sambungan listrik, serta peralatan elektronik untuk meminimalisasi risiko kebakaran.
Respons cepat pemerintah kecamatan dan kelurahan tersebut menjadi gambaran nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan administrasi, tetapi juga dalam memberikan perhatian, perlindungan, serta dukungan moril saat warga menghadapi musibah.[red]
0 Komentar